Selasa, 12 Januari 2016

Manfaat Berorganisasi

Manfaat Berorganisasi

Sebenarnya ini lagu lawas, hampir semua mahasiswa pasti tahu dan paham betul manfaat berorganisasi selama kuliah. Alasannya jelas, karena kehidupan kemahasiswaan sudah seharusnya tidak hanya duduk manis di kelas, mendengarkan dosen komat-kamit, mencatat komat-kamit tersebut, lalu pulang ke kosan mempelajari ulang catatan komat-kamit yang sudah dibuat, dan saat UAS kita hanya menuliskan ulang komat-kamit yang telah dipelajari. Tentu tidak.
Kehidupan kemahasiswaan menyimpan jutaan peluang dan tantangan. Banyak sekali hal yang bisa digali saat kita memiliki kartu identitas mahasiswa. Kamu bisa bertemu dengan tokoh dan sosok yang luar biasa, dari mulai sesama mahasiswa, lalu dosen, pejabat, peneliti, aktivis, praktisi, akademisi, pengusaha, dan lain-lain.
Kamu juga bisa berburu beasiswa yang keren, ikut summer camp internasional, student exchange ke luar negeri, dan kesempatan magang di perusahaan impian karirmu. Ingin cari uang? Beragam lomba inovatif banyak tersedia hanya bagi mereka yang mahasiswa, begitupun hibah penelitian/riset yang tentunya bisa mengasah kemampuan ilmiahmu.
Nah, kemudian, bagaimana cara menggali harta karun yang hanya bisa didapat oleh seorang mahasiswa? Perlu diingat pula bahwa sebagai mahasiswa, secara idealis kita adalah kaum intelektual yang diberi kesempatan oleh bangsa ini untuk mencicipi level pendidikan yang lebih tinggi daripada sebagian besar manusia di muka bumi.
Kuliah pada dasarnya adalah sebuah jenjang pendidikan dimana kita seharusnya menjadi manusia dengan wawasan dan keterampilan yang hebat. Nantinya, dengan wawasan dan keterampilan ini, kita harus siap untuk bekerja dan berbakti untuk masyarakat melalui pos-pos pekerjaan dari disiplin ilmu masing-masing.
Oke, pertanyaan kembali berulang. Lantas, bagaimana cara kita menggali potensi diri sebagai mahasiswa? Cukupkah hanya dengan pagi-siang-sore belajar di kelas/perpustakaan dan malamnya belajar di kosan, berbulan-bulan lamanya hingga UAS menjemput? Tentu tidak.
Di kehidupan kuliah, kita akan bertemu beragam organisasi, komunitas, kegiatan, dan wadah-wadah minat dan bakat lainnya. Umumnya di tiap Perguruan Tinggi ada Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) baik tingkatnya fakultas maupun universitas, yang bergerak di bidang olahraga, seni, kerohanian, jurnalisme, wirausaha, pecinta alam, keilmuan, dan lain sebagainya.
Nah kemudian, haruskah mahasiswa ikut organisasi tersebut? Perlukah kita punya kegiatan selain belajar dan kuliah di kelas? TENTU SAJA PERLU! Oke, memangnya apa saja manfaat berorganisasi atau berkegiatan di luar kuliah? Kenapa kita harus berorganisasi? Berikut beberapa poinnya:

1. Berorganisasi itu, mengasah Soft Skill


Pernah dengar istilah Hard Skill dan Soft Skill? Gampangnya, Hard Skill itu kemampuan teknis yang kita pelajari melalui disiplin ilmu. Misalnya, kamu jago ngutak-ngatik komputer, bisa ngerakit mesin mobil sendiri, paham Undang-undang Ketenagakerjaan, tahu cara menanam cabai yang baik, ahli dalam membuat novel sastra, dan lain sebagainya.
Pentingkah Hard Skill? Penting! Mahasiswa Ilmu Komputer jelas harus bisa ngutak-ngatik komputer, mahasiswa Teknik Mesin jelas jago ngerakit mobil, bagaimana mungkin mahasiswa Sarjana Hukum bisa jadi pengacara handal kalau tidak paham UU? Mahasiswa Pertanian pastilah tahu iklim seperti apa yang cocok untuk menanam cabe, serta Mahasiswa Sastra adalah sastrawan masa depan.
Namun yang sering dilupakan adalah Soft Skill, yaitu kemampuan manajemen diri maupun manajemen orang lain. Soft Skill contoh mudahnya adalah bagaimana kamu bekerja dalam tim,bagaimana kamu mengatur bawahanbekerja sama dengan rekan sepantaran, maupun menerima perintah dari atasan. Bagaimana kamu mengatur waktu, bagaimana kamu berdisiplin, bagaimana kamu mengatur target yang luar biasa tapi realistis.
Dalam Soft Skill tiba-tiba materi kurikulum buku kuliah dan komat-kamit dosen tidak banyak bermanfaat, karena sekarang kamu berkutat dalam hal-hal kecil namun esensial seputar hubungan antar manusia. Kamu belajar dipimpin di suatu saat, dan memimpin di saat lain. Bagaimana caranya berdisiplin mengerjakan tugas yang telah diamanahkan? Bagaimana caranya memberi amanah pada orang lain? Lalu, bagaimana caranya menangani konflik yang pasti terjadi dalam sebuah kelompok? Itulah Soft Skill, dan tentunya tidak tercantum di dalam pasal UU manapun, dan tidak pula ada hubungannya dengan cabe.
Ini adalah sesuatu yang hanya bisa kamu dapatkan kalau kamu mau keluar kelas kampusmu yang pengap itu, dan berorganisasi! Semua organisasi selalu menyimpan edukasi Soft Skill yang sama baiknya. Di semua organisasi kamu akan bekerja dalam tim, kamu akan mendapat tugas dari pengurus organisasimu, dan kelak kamu akan menjadi pengurus organisasimu dan memberi tugas pada anggota baru.
Contohlah jika kamu masuk ke UKM Sepak Bola, sebagai anggota baru kamu diminta untuk membentuk tim kesebelasan bersama anggota baru yang lain. Formasi apa yang mau diterapkan? Siapa jadi kiper, backmidfield, dan forward? Siapa jadi kapten?
Ternyata kamulah yang ditunjuk jadi kapten, otomatis kamulah leader tim kesebelasan yang  baru bayi ini. Bisakah kamu memimpin forum briefing strategi tim ini? Apa saja target program latihan kalian? Tiap hari apa saja kalian bisa latihan? Tentunya saat latihan sebelas orang ini harus hadir, karena kalau ada satu saja yang tidak hadir, tentu kerjasama dalam permainan tidak terbentuk.
Alkisah, semisalnya kamu adalah mahasiswa Jurusan Politik, kamu sadar bahwa di kampus kamu tidak pernah diajari bagaimana caranya menyatukan jadwal sebelas orang agar bisa kumpul latihan sepak bola seminggu sekali.

2. Berorganisasi itu, memperluas jaringan!


Oke, jadi bayangkan sekarang kamu sudah berorganisasi. Alhamdulilah, temanmu pun tambah banyak, tidak seperti dulu saat temanmu hanyalah anak-anak satu jurusan dan satu fakultas.
Sebagai anak Jurusan Politik, kini kamu punya teman dari Jurusan Teknik Mesin, Akuntansi, Peternakan, dan Sastra Jepang. Hidupmu tiba-tiba lebih berwarna karena kamu punya teman diskusi yang topik pembicaraannya variatif, tidak melulu membahas manuver politik Koalisi Merah Putih pasca Pilpres. Kini jaringanmu bertambah luas! Teman fesbukmu bertambah dan follower twittermu bertambah, kini kamu punya jaringan!
Bayangkan di saat kamu kuliah, ada temanmu yang Jurusan Hubungan Internasional membutuhkan referensi tentang kebudayaan Jepang. Temanmu kebingungan karena ia tidak punya teman yang berasal dari jurusan sastra. Dengan mudahnya kamu memberikan nomor telepon temanmu yang Jurusan Sastra Jepang, yang kamu temui di UKM Sepak Bola.
Di kesempatan yang lain, sehabis latihan sepak bola, kamu bersama kesebelasanmu makan bersama di warung terdekat. Kemudian temanmu yang jurusan Akuntansi curhat, ia mengungkapkan bahwa ia ingin sekali berwirausaha, ia punya keahlian dalam membuat manajemen keuangan dan juga punya modal jutaan rupiah hasil dia magang di Unilever beberapa waktu yang lalu, namun kini dia tidak punya ide mau wirausaha apa.
Lantas temanmu yang lain, yang jurusan Sastra Jepang ikut menimpali. Dari dulu dia ingin sekali bikin warung masakan Jepang di Yogyakarta, namun sebagai inovasi, ia ingin warung tersebut desainnya adalah angkringan, yang merupakan khas kota ini. Ide yang luar biasa!
Bagaimana dengamnu? Kamu tidak paham apa-apa tentang Jepang, tidak jago mengelola keuangan juga, tapi kamu sangat ingin berwirausaha! Lalu kamu ingat, kamu adalah mahasiswa semester akhir yang punya banyak waktu luang! Akhirnya kamu menawarkan diri menjadi pelayan angkringan itu secara full-time. Di luar dugaan, ternyata kedua temanmu mengangkatmu menjadi manajer utama dari usaha kalian bersama, alasannya karena kamu sudah dianggap pemimpin mereka sejak menjadi kapten di kesebelasan ini.
Luar biasa bukan? Ilustrasi tentang mahasiswa UKM Sepak Bola ini memang fiksi, namun angkringan masakan Jepang memang nyata ada di Yogyakarta. Namanya Waza-waza Angkringan Bento, sebuah angkringan profesional yang menjual makanan dan jajanan Jepang. Konon, menurut hasil perbincangan saya dengan pelayannya, pendiri angkringan itu memang kolaborasi mahasiswa Jurusan Ekonomi dan Sastra Jepang. Begitulah cara jaringan bekerja.
Lihat kan bagaimana jaringan yang luas akan menambah begitu banyak kesempatan dalam hidupmu? Tentu ini hanya contoh kasar, masih banyak lagi permainan jaringan yang bisa kamu lakukan ketika kamu sudah berorganisasi. Bayangkan jika kamu bergabung di UKM Penelitian, bayangkan kamu akan bertemu dengan banyak mahasiswa peneliti, bahkan bisa berkenalan dengan ilmuwan peneliti idolamu ketika organisasimu sedang bikin acara yang melibatkan ilmuwan tersebut.

3. Berorganisasi itu, mewadahi minat, mempertajam bakat


Seperti halnya pada poin satu, bahwa dengan berorganisasi maka soft skill akan terasah, begitu pun hard skillmu! Kembali ke contoh bahwa kamu mahasiswa Jurusan Politik, maka dengan ikut UKM Sepak Bola, bakatmu dalam bermain bola pun terasah, siapa tahu kamu malah jadi atlet!
Atau jika pun mungkin kamu tidak akan berkarir di dunia sepak bola seperti Evan Dimas, minimal minat hobimu tersalurkan dan kamu terhibur melakukan sesuatu yang kamu suka. Coba kalau kamu tidak ikut UKM ini, apa mungkin di kampus ada yang bisa mengajarimu mengambil tendangan bebas? Tentu tidak, karena di kampus kamu hanya diajari teori Hegemoni dan Politik Subalternnya Antonio Gramsci :)
Intinya, kamu jadi bisa mempelajari ilmu interdisipliner dengan berorganisasi. Jika kamu anak Kedokteran Umum, kamu bisa ikut organisasi Pers Mahasiswa dan paham tentang jurnalisme. Lumayan menghibur setelah seharian ini kamu melototin sel darah.
Sebaliknya, jika kamu mahasiswa Filsafat, kamu bisa ikut Unit Kesehatan dan belajar cara memberi nafas buatan, yang mungkin tidak diajari oleh Aristoteles.

4. Berorganisasi itu, Putting Theory Into Practice


“Percuma saja berteori, tanpa ada praktek nyata.” Wellsebenarnya persepsi ini mesti direvisi sedikit.Pada dasarnya teori lahir berkat praktek empiris di lapangan, dan praktek tentu hanya akan jadi omong kosong bila dilakukan tanpa ada dasar teori yang jelas. Jadi keduanya penting.
Ada teori yang mengatakan bahwa Indonesia perlu dikembangkan sebagai negara maritim, bukan agraris. Tahu darimana? Tentu dilihat dari data di lapangan tentang proporsi laut dan darat yang ada di Indonesia , serta penelitian empiris yang mengidentifikasi peluang apa yang selama ini belum digali bangsa ini.
Kemudian, bagaimana cara mempraktekkan pemberdayaan maritim yang baik? Tidak bisa asal jalan.Semua teori pun harus dikeluarkan, dari mulai teori transportasi laut, keanekaragaman hayati, manajemen eksplorasi hasil laut, pariwisata bahari, hingga pelestarian laut yang anti perusakkan ekosistem.
Teori dan praktek berjalan sinkron, dan di kampus, kita sebagai mahasiswa mempelajari teori dari disiplin ilmu masing-masing, dan bertanggungjawab untuk mempraktekkan semua teori itu untuk kemajuan bangsa. Jadi, mari membaca buku kuliah sebanyak mungkin dan diskusi dengan dosen serajin mungkin, karena buku adalah hasil observasi lapangan, dan dosen adalah ahli yang telah lebih banyak berpengalaman dari kamu.
Lalu bagaimana prakteknya? Bisa dengan cara berorganisasi.
Memang tidak bisa digeneralisir bahwa semua mahasiswa dari semua disiplin ilmu bisa mendapatkan praktek yang nyata dari organisasi di kampus. Namun, tidak jarang ada organisasi/komunitas yang bekerja sesuai dengan sebuah disiplin ilmu.
Misalnya Water Plant Community di UGM, yang umumnya terdiri dari anak-anak Jurusan Teknik Sipil UGM. Komunitas ini memiliki misi membantu sistem pengairan di daerah-daerah yang mengalami kekeringan seperti di Gunung Kidul, DIY.
Dengan mendesain beragam konstruksi pipa dan pengeboran air bawah tanah, mahasiswa Jurusan Teknik Sipil membantu masyarakat di desa yang kekeringan dengan melakukan instalasi pipa air bawah tanah, membuat desa tersebut memiliki akses air yang cukup.
Di organisasi Pers Mahasiswa yang bergerak di bidang jurnalistik, mahasiswa Jurusan Komunikasibisa menyalurkan ilmu mereka tentang media dengan memproduksi media yang nyata. Semua teori pun terpakai: teori penulisan berita, desain komunikasi visual, desain grafis, fotografi jurnalistik, jurnalisme presisi, periklanan, manajemen keuangan media, dan sebagainya
Kemudian di Koperasi Mahasiswa (Kopma), mahasiswa Jurusan Akuntansi bisa mempraktekkan ilmu mereka untuk mengatur keuangan, mahasiswa Jurusan Komputer bisa membantu merancangsoftware untuk operasional Kasir di swalayan Koperasi, mahasiswa Jurusan Kearsipan bisa mengurus perpustakaan dan dokumen lembaga, dan lain sebagainya.
Bahkan si mahasiswa Jurusan Politik yang jadi contoh kita tadi, bisa saja gabung di Kopma dan bikin kajian mengenai UU no.17 Tahun 2012 tentang Perkoperasian yang dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi. Tentunya akan menjadi diskursus yang menarik bagi gerakan Koperasi nasional.

5. Berorganisasi itu, Peduli dengan Lingkungan Sosial


Roem Topatimasang dalam bukunya Sekolah Itu Candu pernah mengeluarkan kritik tajam. Menurutnya, orang-orang akademisi seringkali berjarak dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Tembok-tembok tinggi sekolah dan kampus membuat akademisi, pelajar, ataupun mahasiswa,terkurung dalam dunia “Pendidikan Formal” masing-masing. Setiap hari mereka hanya berkutat pada tumpukan buku dan catatan pelajaran, dan jarang sekali tahu fenomena sosial apa yang terjadi di sekitar mereka.
Tahukah kita bahwa ada gelandangan di depan kosan yang tiap malam tidur di trotoar? Tahukah kita bahwa ada anak kecil kelaparan yang menggigil kedinginan di malam yang hujan ini?
Tahukah kita bahwa masyarakat Yogyakarta tengah jengah dengan pendirian hotel dan apartemenyang tengah menjamur? Lebih lanjut lagi, tahukah kita, sekedar tahu saja, bahwa masyarakat di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sedang berjuang menolak pendirian pabrik semen di daerah mereka, karena pendirian pabrik di lingkungan tersebut bisa menyebabkan rusaknya sumber air bagi penghidupan mereka? Tentunya masih banyak lagi kasus konflik agraria antara korporasi dan masyarakat setempat yang terjadi di Indonesia.
Tanpa bermaksud untuk mengajak anda berpolitik praktis, namun memiliki dan memahami wawasan sosial adalah kewajiban kita sebagai manusia, apalagi mahasiswa.
Kepedulian sosial itu, sekali lagi, bisa diwadahi dengan berorganisasi. Bukan berarti kamu harus ikut organisasi gerakan keras dan demo besar-besaran waktu harga BBM naik, kepedulian sosial selalu bisa diawali dari kegiatan kecil dan bertahap. Ketika kamu gabung di organisasi kerohanian/keagamaan, akan sering sekali kamu akan mengadakan kegiatan bakti sosial (baksos), dimana kamu bisa bagi-bagi nasi bungkus untuk pengemis di tengah jalan. Kamu juga berkesempatan melakukan kunjungan ke Panti Asuhan dan mengajar anak-anak Yatim Piatu.
Waterplant Community tadi adalah contoh komunitas dengan kepedulian sosial yang nyata. Dengan menggunakkan ilmu yang mereka miliki, mereka membantu masyarakat yang daerahnya mengalami kekeringan agar mendapat akses air yang lebih baik. Inilah contoh nyata penggunaan teori dalam praktek, untuk misi sosial pula, bukankah untuk ini mahasiswa dan akademisi ada? Bukankah ini esensi ilmu pengetahuan itu sendiri? Mewujudkan kehidupan manusia yang lebih baik?

6. Berorganisasi itu, menambah nilai CV-mu

Sudah jadi rahasia umum juga bahwa mencantumkan pengalaman berorganisasi dalam CV akan menambah nilai jualmu di hadapan sang reviewer personalia. Dengan punya pengalaman berorganisasi, perusahaan yang merekrutmu pasti akan mempertimbangkanmu baik-baik, karena itu artinya kamu dianggap sudah punya pengalaman dalam bekerja dalam kelompok, alias punya Softskill. (baca juga, 8 Hal yang Membuat CV Anda Makin Powerful)
Kamu bukan sekedar mahasiswa ber-IPK tinggi tapi kerjanya cuma bolak-balik kuliah-pulang-kuliah-pulang (istilah lawas, “mahasiswa kupu-kupu”). IPK itu penting untuk dipertahankan, untuk menunjukkan bahwa kamu serius dalam studimu, tapi jangan sampai kamu mendewakkan IPKmu sehingga tidak mengembangkan diri di luar perkuliahan. (baca juga, Wahai Para Pengejar IPK Tinggi)
Bahkan, ada dua orang teman saya yang pernah melamar kerja (dan diterima) di perusahaan PT. Wijaya Karya dan PT. Astra International bercerita, ketika mereka melamar kerja, dalam seleksi wawancara, reviewer justru malah sering menanyakan kegiatan organisasi ketimbang pelajaran yang dipelajari di bangku kuliah.
Reviewer suka bertanya seperti: “Kamu Jurusan Teknik Sipil? Oke. Saya baca CV kamu, selama di kuliah kamu ikut organisasi XXX ya? Apa jabatanmu di sana? Apa inovasi yang kamu lakukan di organisasi itu? Kenapa kamu melakukan inovasi itu? Apakah akhirnya berhasil?” dan sebagainya.

7. Berorganisasi itu, mungkin bisa mempertemukanmu dengan jodoh


Ini adalah poin bonus, silahkan disimak bila dirasa penting.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa seringkali kita bertemu dengan jodoh hidup kita di bangku kuliah. Untuk mencapai misi mulia itu, tentunya kita harus punya jaringan pertemanan yang luas. Kalau kamu hanya berteman dengan anak-anak sejurusan dan sefakultas, tentu kemungkinan untuk mendapat jodoh jadi tidak terlalu luas, karena opsi yang ada sangat terbatas.
Bayangkan kalau kamu berorganisasi, kamu akan punya banyak teman lintas jurusan lintas fakultas.Selain opsimu jadi tambah banyak, PDKTmu pun jadi tambah segar dan dinamis karena kini kamu bergaul dengan orang yang tidak sejurusan.
Kembali ke contoh mahasiswa Jurusan Politik tadi, eh jangan, kita ganti. Bayangkan ternyata kamu seorang mahasiswi, alias perempuan, yang berkuliah di Jurusan Hubungan Internasional! Kamu adalah seorang calon penerus Ibu Retno L.P. Marsudi, itu lho alumni Jurusan HI UGM yang kini jadi Menteri Luar Negeri.
Nah, bayangkan bahwa kamu baru saja putus dengan pacarmu, yang merupakan mahasiswa Sosiologi dan berasal dari Fakultas yang sama denganmu, Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Kalian putus karena referensi filosofi cinta kalian berbeda, kamu memaknai cinta dari buku Berjuta Rasanyakarangan Tere Liye, sementara mantanmu memegang teguh prinsip yang tercantum dalam Seni Mencinta karya Erich Fromm. Gak nyambung deh.
Syahdan, kamu pun muak dengan dunia ini dan memutuskan untuk refreshing. Secara iseng, kamu pun gabung di Waterplant Community yang sudah sering kamu dengar popularitasnya. Kamu pun berkegiatan di komunitas ini, kamu ikut blusukan ke desa-desa yang mengalami kekeringan, berkoordinasi dengan lurah, warga, dan Karang Taruna setempat, serta melakukan sosialisasi atas instalasi pipa air yang diharapkan akan membantu warga desa.
Kamu menyadari bahwa teori diplomasi yang kamu pelajari di kampus malah berguna di sini. Teman-temanmu yang lain pun bersyukur kamu bergabung di komunitas ini, karena selama ini mereka memang kesulitan dalam berkoordinasi dengan warga. Sesaat kamu sadar, kerja sama akademisi interdisipliner itu pentingsepenting melupakan sudut-sudut gedung FISIPOL yang penuh kenangan atas mantanmu tersebut.
Singkat cerita, kamu dekat dengan seorang mahasiswa Jurusan Teknik Sipil. Seorang lelaki tinggi, kekar, sangar, dan jago benerin ledeng. LAKIK banget deh! Tidak seperti mantanmu yang hobinya menggugat kapitalisme-multinasional tapi ketika atap kamar kosan bocor, langsung panik dan tidak berdaya.
Perlahan kalian makin dekat, awalnya mungkin tidak nyambung karena latar belakang kalian berbeda. Tapi lama-kelamaan kalian mencoba untuk saling memahami. Dia jadi banyak belajar dari kamu bahwa ada perbedaan antara hubungan bilateral dan multilateral antar negara, atau bahwa sebenarnya Indonesia diakui merdeka secara internasional baru pada tahun 1949, proklamasi tahun 1945 adalah klaim sepihak dari masyarakat Indonesia saat itu.
Kamu pun belajar dari dia bahwa bambu adalah material alternatif yang luar biasa untuk konstruksi bangunan di masa depan. Selain tahan gempa saat sudah jadi bangunan, waktu pertumbuhan bambu jelas jauh lebih cepat dari pohon kayu Jati atau sejenisnya.
Singkat cerita, kalian putus menikah
Penutup
Harus diakui, berorganisasi itu memang hanya sekedar metode dalam mencapai mimpi kehidupan kemahasiswaan yang baik. Tidak perlu digeneralisir bahwa berorganisasi adalah satu-satunya jalandemi memiliki jaringan, mengasah soft skill, memperbagus CV, peduli dengan lingkungan sosial, danmencari jodoh.
Mungkin ada banyak jalan lain, tiap mahasiswa pastilah memiliki caranya masing-masing. Saya pun paham bahwa memang ada jurusan-jurusan tertentu yang beban akademiknya begitu berat, ujian dan makalah selalu ada tiap minggu disertai praktikum setiap hari, sehingga jangankan berorganisasi, bisa tidur nyenyak saja belum tentu.
Namun saya hanya ingin mengajak kepada saudara-saudari mahasiswa sedarah, sebangsa, dan se-skripsi sekalian, bahwa hendaknya kita menjadi pribadi pemuda dinamis dan bertanggungjawab atas almamater kita. Jadilah agen perubahan yang sesungguhnya, gunakan berkah intelektual yang telah kita dapat untuk membantu bangsa dan umat manusia, karena itulah esensi kaum intelektual yang bertanggungjawab atas ilmu pengetahuan yang ia dapat.

Kepribadian Berdasarkan Tas yang Disukai

Kepribadian Berdasarkan Tas yang Disukai

Pada awal kemunculannya, tas memang dibuat dengan fungsi utama sebagai tempat untuk menyimpan barang saat bepergian. Namun seiring dengan berkembangnya fashion dunia, tas kini juga dijadikan sebagai aksesoris untuk menunjang penampilan, bahkan tidak jarang tas juga digunakan untuk menggambarkan status sosial seseorang.
Tapi tahukan teman-teman, dibalik kedua fungsi tersebut, ternyata tas juga bisa menggambarkan karakter dan kepribadian kamu yang memakainya loh. Temen-temen paling suka tas apa? besar, salempang, ransel atau clutch? Kira-kira kepribadian kamu cocok nggak yah dengan tas kesukaan kamu? Langsung cari tahu di bawah ini yuk!:D

1. Handbag besar

Handbag berukuran sedang hingga besar memang banyak diminati oleh kaum wanita, apalagi mereka yang suka bepergian dengan banyak bawaan. Yup, tas tangan memang memiliki space besar yang mampu menampung banyak barang, banyak juga yang dilengkapi dengan beberapa bagian tas kecil di dalamnya.
Toppers termasuk salah satu wanita yang suka membawa handbag besar kemanapun kamu pergi? Jika iya, kamu termasuk wanita yang elegan, anggun dan memiliki kelembutan yang menjadi gambaran seorang wanita sejati. Kamu juga tipe orang yang tidak suka dibohongi, sekali ada orang yang membohongi kamu, kamu akan sulit untuk mempercayainya lagi. Tapi ada satu hal yang menjadi kekurangan kamu, terkadang kamu hanya menilai orang dari luarnya saja, tanpa berusaha untuk mengenal pribadi orang tersebut secara lebih dekat.
handbag berukuran besar

2. Tas salempang

Model tas salempang memang cenderung lebih kasual daripada handbag dan banyak diminati oleh kaum remaja karena kepraktisannya. Toppers penggemar tas salempang ini merupakan pribadi yang santai, baik dan suka berteman dengan siapa saja. Kamu juga memiliki sifat sosial yang tinggi, nggak pernah ragu untuk menolong siapapun tanpa melihat status sosial mereka.  Ssstt karena sifat kamu yang easy going dan suka berteman dengan siapa saja, ternyata banyak pria yang diam-diam menyukai kamu loh. Ciyeehh :D Tapi supaya mereka makin nyaman berada di dekatmu, boleh kali sifat keras kepala dan susah diaturnya dibuang sedikit hehehe.
tas salempang

3. Ransel

Selain salempang, ransel juga menjadi salah satu tas yang begitu diminati oleh kalangan anak muda, terutama mereka yang aktif. Karena selain cara membawanya yang nyaman yakni dengan tali yang disandangkan pada kedua bahu, kebanyakan ransel juga berukuran besar sehingga bisa memuat lebih banyak barang. Toppers yang sering memakai ransel dikenal sebagai pribadi yang fleksibel, suka berpetualang dan mencoba hal-hal baru. Kamu juga begitu disukai di lingkungan pergaulan karena keramahan dan cara berpikir kamu yang sangat terbuka. Tapi terkadang ada yang menganggap kamu sebagai orang yang terlalu suka mengatur, padahal maksud kamu baik.
jual tas ransel batik murah


4. Clutch bag
Clutch merupakan jenis tas yang ukurannya lebih kecil dari tas salempang dan lebih sering digunakan untuk menghadiri acara formal seperti pesta pernikahan. Kebanyakan wanita lebih suka membawa tas ini dengan cara digenggam, walaupun dilengkapi dengan tali kecil yang bisa disandang di bahu. Kepribadian wanita penyuka clutch juga bisa dilihat dari cara ia memegang tas mini ini. Toppers yang memegang clutch dengan kedua tangan menyilang di bagian depan merupaakan pribadi yang cenderung pemalu saat pertama kali berkenalan dengan orang lain. Namun jika sudah kenal dekat, kamu akan bisa membuat mereka merasa nyaman dengan sifat kamu yang lembut dan bisa jadi seorang pendengar yang baik.
Sedangkan jika kamu lebih suka membawa clutch dengan cara dipegang dengan satu tangan, kamu bisa digambarkan sebagai wanita yang sangat berorientasi pada target dan tujuan hidup. Kamu akan melakukan berbagai cara yang positif untuk mencapai target yang sudah kamu buat.
clutch bag

5. Tas yang mencolok

Di tahun 2015 ini, tas dengan warna yang cerah dan dengan pernak-pernik yang eye-catching menjadi salah satu tas yang begitu banyak diminati. Toppers juga suka berburu tas yang tampilannya mencolok ini? Coba Toped tebak, kamu pasti orang yang sangat percaya diri. Saking percaya dirinya, kamu nggak peduli dengan apa yang dikatakan orang disekelilingmu, betul? Kamu juga dikenal sebagai pribadi yang menyenangkan, ceria dan suka dengan perubahan. Bagi kamu, perubahan itu adalah sebuan tantangan baru.
tas mencolok

6. Tas yang polos

Walaupun tas dengan motif mencolok sedang menjadi trend, tidak sedikit juga wanita yang “ambil aman” dengan menggunakan tas polos dan berwarna netral. Yup, tas polos memang cenderung lebih mudah dikombinasikan dengan aksesoris fashion lainnya, jadi kamu tidak perlu takut terlihat norak saat memakai tas ini. Kebalikan dari penyuka tas mencolok, Toppers penyuka tas polos termasuk orang yang cenderung menyukai stabilitas dan kurang suka tantangan. Kamu juga merupakan pribadi yang menyukai kepraktisan, cenderung pendiam, berhati lembut dan lebih suka menilai orang lain dari hati ketimbang dari penampilan luarnya saja.
tas polos

Filosofi Bunga Edelweis

Filosofi Bunga Edelweis



Bunga edelweis adalah sebuah bunga yang melambangkan keabadian. kenapa bisa begitu?? karena bunga tersebut bunganya akan tahan lama jika sudah mekar. keberadaannya juga sulit untuk didapatkan seperti bunga mawar. bunga edelweis tumbuh didataran tinggi yang sering bisa dijumpai di daerah lereng-lereng gunung. sebenarnya ada makna tersendiri dari bunga edelweis tersebut. tidak hanya mengandung makna abadi namun bunga ini bisa disebut bunga yang kokoh.kenapa bisa dibilang bunga yang kokoh karena bunga tersebut bisa mengajarkan kepada manusia tentang kegigihannya dalam menghadapi situasi apapun. bunga edelweis tidak mati ataupun layu ketika berada di suhu yang dingin dan bahkan bisa mencapai suhu dibawah 0 derajad, bunga edelweis juga tidak akan langsung rontok dan bunganya tidak akan layu begitu saja. itulah kekokohan bunga edelweis. bunga yang kecil namun sangat indah jika bersatu. seperti manusia yang seharusnya tidak hidup sendiri. jika bisa bersatu akan membuat hubungan lebih indah dan juga bisa membuat seseorang itu bisa bertahan lebih lama. 

Berprinsiplah jika ingin bisa menjadi manusia yang kokoh, dan berpegang teguhlah pada keyakinan yang kamu miliki karena akan bisa mengantarkan mu kedalam lembah kesuksesan. lihtalah lingkungan sekitar yang ada pelajari setiap gerak-gerik makhluk ciptaan tuhan yang sungguh dahsyat ini. :)

Karir Seseorang Dari Garis Senyumnya

Karir Seseorang Dari Garis Senyumnya


Apa yang dimaksud dengan garis senyum? Garis senyum adalah garis yang terbentuk pada bagian pipi yang terdekat ke bibir, disaat kita tersenyum. Nah, tentunya garis senyum tidaklah selalu sama pada setiap orang. Perhatikan gambar berikut:


Garis Senyum

Nah, gambar di atas memperlihatkan tiga macam bentuk garis senyum. Sekarang mari kita simak kaitannya dengan karir.

  1. Ganda/Double
    Ini menandakan bahwa orang tersebut memiliki banyak pekerjaan sampingan, dan mungkin menjalankan banyak perusahaan. orangnya terbilang capable. Namun demikian, meskipun kemampuannya baik, mungkin tidak dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal.
  2. Jelas
    Ini menandakan bahwa orang tersebut memiliki kemampuan kerja yang besar. Semakin besar garis senyum yang dimiliki, semakin besar pula kemampuan kerjanya.
  3. Kanan dan kiri tidak sama
    Jika sisi kiri lebih jelas dibandingkan sisi kanan, berarti orang tersebut berorientasi pada keluarga dan sangat bertanggung jawab dalam pekerjaan. Bagi seorang wanita, hal ini berarti dia memiliki kuasa lebih dalam keluarga.

Hati-hati, Penggunaan Emoji Sibak Pemikiran Seksual Anda.

Hati-hati, Penggunaan Emoji Sibak 

Pemikiran Seksual Anda



Penggunaan emoji dalam pesan singkat di media sosial membuat percakapan menjadi lebih variatif. Penggunaan emoji terkadang dapat mengungkap maksud tanpa perlu penambahan kata. Jadi, tak heran, emoji pun akhirnya digemari banyak orang. 

Sebuah penelitian terbaru mengungkap, ada hubungan antara penggunaan emoji dengan kehidupan serta pemikiran seksual seseorang.
Berdasarkan survei yang dilakukan oleh Match.com terhadap 5.000 orang, diketahui bahwa ternyata 36-40 persen orang yang memikirkan seks lebih dari satu kali sehari lebih sering menggunakan emojii dalam pesan singkat. 

Sementara itu, responden yang mengaku jarang memikirkan tentang seks, mengatakan bahwa mereka sering menggunakan emoji tetapi tidak di tiap percakapan pada pesan singkat. 

Hasil juga menunjukan, jika orang yang menahan keinginan seksual mereka, jarang menggunakan emoji smiley alias emoji tersenyum.
Lalu, sekitar 54 persen orang yang rajin menggunakan emoji smiley,mengaku bahwa mereka melakukan hubungan intim lebih banyak, dibandingkan 31 persen orang yang tak rajin menggunakan emoji. 

Ditekankan lebih lanjut bahwa penggunaan emoji dalam penelitian ini adalah keseluruhan emoji, bukan emoji yang menyiratkan hubungan seksual. 

Selain itu, juga ditemukan jika emoji favorit para responden adalah emoji wink atau mengedip satu mata, emoji tersenyum biasa, dan emoji ciuman di wajah.

Cari Tahu Apakah Anda Seorang Sahabat yang Baik?

Cari Tahu Apakah Anda Seorang 
Sahabat yang Baik?



Semua orang dapat menjadi teman yang baik, tapi menjadi sahabat baik, tidak semudah itu. Sebab, sahabat lebih dari sekedar teman. Sahabat merupakan keluarga yang bisa Anda pilih dan memiliki arti istimewa. 

Pertanyaannya, apakah sudah menjadi sahabat yang baik? Berikut kiat untuk mengintropeksi diri, demi mengetahui apakah Anda telah menjadi sahabat yang baik:

1. Tulus
Anda melakukan hal yang Anda anggap kecil, misalnya menemani sahabat yang sakit ke dokter atau mengantar orangtua sahabat saat anaknya berhalangan. Mungkin menurut Anda hal tersebut tidak berarti, tetapi bagi sahabat Anda, hal kecil tersebut sangatlah spesial dan menunjukan rasa peduli Anda.

2. Dapat dipercaya
Anda mengetahui segala kelemahan dan kelebihan sahabat Anda. Dia juga tak ragu bercerita pada Anda mengenai rahasia-rahasianya karena sahabat percaya Anda tak akan menghakimi mereka dan menjauhi mereka setelah mendengar hal tersebut.

3. Saling mengerti tanpa kata-kata
Sahabat yang telah sangat dekat dapat tahu apa yang dimaksud atau diinginkan oleh sahabatnya meski tanpa ucapan. Bahkan, lewat tatapan mata saja mereka tahu apa maksud sahabatnya.

4. Memberi motivasi
Semua orang memiliki saat terpuruk, namun hanya sedikit orang yang bersedia mendengar keluh kesah sahabatnya, memberi solusi serta motivasi bagi sahabatnya tersebut.

5. Jujur
Hal yang paling penting dalam persahabatan adalah kejujuran. Untuk membuat persahabatan terus langgeng, kejujuran sangat diperlukan begitu juga dengan kepedulian.

Ingin Terlelap dengan Nyenyak? Jangan Tidur Miring ke Kiri

Ingin Terlelap dengan Nyenyak? 

Jangan Tidur Miring ke Kiri



Apakah Anda sering terbangun atau mengalami mimpi buruk saat tidur? Coba, ingat-ingat posisi tidur Anda. 


Apakah terlentang, miring ke kiri atau ke kanan? Sebab, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Calvin Kai-Ching Yu dari Shue Yan University, Hongkong, mengungkapkan pengaruh posisi tidur pada tingkat kenyenyakan. 

Penelitian yang dimuat di jurnal Dreaming tersebut, mengungkap bahwa jika 40 persen dari orang yang tidur di sebelah kiri mengakui mengalami mimpi buruk, dibandingkan 14,6 persen orang yang tidur di sebelah kanan.
Sebaliknya, orang yang tidur di sebelah kanan ternyata lebih sering mengalami mimpi indah, mimpi yang membuat perasaan aman dan terlindungi.
Namun, ternyata posisi tidur terbaik adalah saat tidur terlentang. Tidur terlentang dapat memicu pikiran baik dan kenangan yang indah. Alasannya, tidur terlentang membuat udara lebih banyak, sehingga imajinasi menjadi tak terbatas ketika tidur.


Posisi tidur terlentang menstimulasi erotomania, yakni perasaan seseorang yang percaya bahwa mereka memiliki pengagum rahasia, dan tak jarang pengagum rahasia tersebut adalah orang terkenal.

Peneliti Kai-Ching Yu,mengatakan, "Studi ini memberikan bukti bahwa mimpi pengalaman, dan isi mimpi tertentu, dapat dipengaruhi oleh postur tubuh saat tidur. Saya percaya bahwa otak selama tidur sama sekali tidak benar-benar terlepas dari dunia luar, dan rangsangan, termasuk yang berasal dari lingkungan,".

Pikiran Harus Bebas: Kuncinya Adalah Hati.

Pikiran Harus Bebas: Kuncinya Adalah Hati.


             Pikiran bukanlah hanya awan kecil yang lewat dibenak kita. Pikiran kita adalah benda. Pikiran kita adalah unit energy yang bisa diukur. Pikiran kita adalah gelombang energy yang, sejauh kita tahu, menembus semua ruang dan waktu. Pikiran juga adalah gladi resik dari tindakan. Kita adalah dari produk semua pikiran yang pernah kita pikirkan, perasaan yang pernah kita rasakan, dan tindakan yang pernah kita lakukan sampai saat ini. Dan pikiran-pikiran yang kita pikirkan hari ini dan tindakan-tindakan kita lakukan hari ini akan menentukan pengalaman kita di esok hari. Jadi kita wajib belajar berfikir dan berprilaku dengan cara yang positif, yang selaras dengan apa yang akhirnya ingin kita capai, lakukan dan alami di dalam hidup.
             Salah satu tantangan yang kita hadapi adalah kita berpikir.kita adalah makhluk logika. Tapi sering kali, kita tidak mengetahui mengapa kita lakukan apa yang kita lakukan. Sebenarnya sampai 95 persen dari persuasi dan pengaruh yang melibatkan pemicu bawah sadar. Kecenderungan ini berarti bahwa keinginan-keinginan hati seperti “rasanya benar” “aku mempercayai orang ini” atau “ aku tidak suka orang ini” semua di dasari pada reaksi-reaksi bawah sadar. Sembilan puluh lima persen dari pengetahuan emosional dan pikiran ini terjadi di dalam pikiran bawah sadar, tanpa kesadaran kita. Lebih-lebih kesadaran alam sadar kita akan realitas adalah hasil kerja neuron-neuron di dalam otak kita yang memproses semua informasi di sekitar kita tanpa kita sadari.
           Otak kita luar biasa berpengaruh terhadap diri kita. Pikiran-pikiran yang lahir dari otak kita mengendalikan dan menentukan hampir semua yang terjadi pada diri kita. Pikiran kita dapat menaikkan  atau menurunkan detak jantung kita, dapat meningkatkan atau mempengaruhi sistem pencernaan kita, mengubah komposisi kimia, mengubah komposisi kimia darah kita, dan membantu kita tidur nyenyak atau membuat    kita tidak bisa tidur semalaman.
            Pikiran kita dapat membuat kita sedih atau senang, kadangkala dalam waktu sedetik saja. Pikiran kita dapat membuat kita siaga dan waspada, atau terganggu dan tertekan. Pikiran kita dapat membuat kita populer, atau tidak populer, merasa percaya diri atau   rendah diri, positif atau negatif. Pikiran kita dapat membuat kita merasa mampu melakukan apapun atau membuat kita merasa tak berdaya, menjadi seorang pecundang atau seorang pemenang, seorang pahlawan atau seorang pengecut.
            Dalam kehidupan materi kita, pikiran kita dapat menjadikan kita seorang yang sukses atau seorang yang gagal, seorang yang kaya atau seorang yang melarat, seorang yang dihormati atau seorang yang disepelekan. Pikiran kita, dan tindakan-tindakan yang dipicu oleh pikiran-pikiran tersebutlah yang menentukan kehidupan kita. Dan, hal terbaik dari semua ini adalah kenyataan bahwa pikiran kita seutuhnya berada di bawah kendali kita.
           Hukum kebiasaan mengatakan bahwa , ” Pikiran atau tindakan apa saja yang kita lakukan secara berulang-ulang pada akhirnya akan menjadi sebuah kebiasaan baru.” Setiap kali anda bereaksi dan berespon secara positif, kita sebenarnya mengendalikan alam sadar kita. Dengan segera, hal ini akan tumbuh menjadi sesuatu kebiasaan yang otomatis akan kita lakukan sehingga berpikir dan berlaku dengan cara seperti ini akan menjadi mudah bagi Anda. Dengan tekad yang keras dan pengulangan-pengulangan, kita akan dapat mengembangkan suatu kebiasaan berpikir dan bertindak yang baru.Dengan menerapkan hukum ini, kita akan dapat menjadi seseorang yang            benar-benar positif, dan kita dapat mengubah hidup anda. Kita memulai proses menjadi seseorang yang tak terbendung dengan cara  memimpikan    impian yang besar. Karena apapun yang di ciptakan didunia ini berawal dari pikiran kita, semakin besar impian kita, semakin besar pula sasaran yang dapat kita raih. Semua orang sukses awalnya adalah seorang pemimpi. Semua orang   berprestasi adalah orang yang biasa disebut “pengkhayal”. Mereka selalu    membiarkan     pikiran mereka melayang dengan bebas ketika mereka sedang memikirkan apa yang mungkin dapat mereka raih. Mereka memandang langit yang mahaluas diatas mereka sebagai satu-satunya batas bagi apapun yang mungkin dapat mereka raih,atau peroleh, atau lakukan.
            Orang-orang yang sukses terus-menerus menerapkan pola pikir ” kembali dari masa depan”. Mereka memproyeksikan diri mereka beberapa tahun kedepan dan membayangkan seperti apa kehidupan mereka nanti ketika mereka mencapai semua sasaran mereka. Mereka kemudian akan melihat kembali pada masa kini, dari titik tinggi mental pada masa depan, seperti sedang berada di puncak gunung tinggi dan memandang ke arah tempat mereka sekarang sedang berdiri di dasar lembah, pada masa kini. Mereka kemudian akan memandang menyusuri jalan yang harus mereka laluli menuju tempat yang didalamnya mereka akan berada pada masa depan.
            Menurut hukum kesesuaian, apapun yang dapat kita lihat dengan jelas didalam, pada akhirnya nanti akan kita alami diluar, oleh karena itu, kita harus mampu memvisualisasikan sasaran-sasaran kita sejelas dan senyata mungkin. Visualisasikan sasaran kita dengan intens dan ciptakan didalam diri kita perasaan yang sama dengan yang akan kita rasakan jika kita mencapai sasaran-sasaran kita. Visualisasikan sasaran kita dengan sering, hidupkan kembali gambaran sasaran kita, seolah-olah kita sudah merealisasikannya, dalam layar benak kita berkali-kali dalam sehari, sebanyak mungkin. Visualisasikan sasaran kita selama mungkin, terutama saat-saat sebelum tidur malam.
            Lakukan secara berulang-ulang latihan visualisasi ini dalam bentuk nyata, intens, sering     dan lama sampai sasaran kita benar-benar terlihat jelas, hidup, bernapas, menarik, dan terlihat sebagai gambaran nyata dalan benak kita. Semakin ahli kita dalam mimindahkan mimpi kita melalui sasaran menjadi visualisasi, semakin tinggi motivasi dan tekad kita untuk mencapainya nanti, Semakin jelas sasaran yang kita kembangkan, semakin tinggi keberanian dan kepercayaan diri kita, dan kita menjadi semakin tak terbendung.
                             
            5 P KUNCI MEMBANGUN KEKUATAN PIKIRAN:
            1. PERSONAL = pribadi saya yang menginginkan perubahan
            2. PRESENT = saat ini saya bisa berubah
            3. POSITIF TALKING AND THINKING = berbicara dan berpikir positif
            4. PERSISTENT = diulang-ulang
            5. PASION = semangat menggebu-gebu
         

Ada Apa Dibalik Alam Semesta, Manusia dan Kehidupan?

Ada Apa Dibalik Alam Semesta, Manusia dan Kehidupan?


Manusia dengan keberadaannya sebagai makhluk hidup telah dianugerahi oleh Allah swt. Berupa pemikiran. Karena memang dalam diri manusia terdapat  khashiyyat yang sama dengan makhluk hidup yang lain. Khasiyyat  yang dimaksud disini adalah keistimewaan manusia. Keistimewaan ini merupakan potensi yang secara spesifik diberikan oleh Allah SWT kepada benda, sehingga benda tersebut dapat memberikan sesuatu atau dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu. Di sinilah keistimewaan manusia dibandingkan dengan hewan. Manusia selain Allah bekali berupa potensi kehidupannya, yaitu kebutuhan jasmani (Hajjatul ‘Udlawiyah) dan naluri (Gharaiz) juga dibekali oleh Allah berupa akal yang fungsinya untuk memandu dalam pemenuhan kebutuhan dan nalurinya tadi. Dalam menjawab pertanyaan besar tadi, akan kita dapati tiga pandangan hidup mendasar yang telah mampu menguraikan simpul besar tadi dan telah menjadi landasan berpijak manusia dalam menjalani kehidupannya. Ketiga pandangan hidup itu adalah materialisme, sekularisme, dan Islam. Akan tetapi dari ketiga pandangan hidup tersebut dua di antaranya merupakan pandangan hidup yang salah, yaitu materialism dan sekularisme. Dan sisanya merupakan pandangan hidup yang benar, yaitu Islam. Pandangan hidup itu sering dinamakan akidah, yang akan menghasilkan pemikiran-pemikiran turunan yang dinamakan ideologi.
Selanjutnya, pemikiran dasar dari ideologi ini dapat disebut sebagai aqidah, yang dalam konteks modern terdiri atas : materialism, sekularisme, dan Islam. Akidah ini berisi pemikiran mondial dan global mengenai manusia, alam semesta, dan kehidupan dunia; tentang apa yang ada sebelum dan sesudah kehidupan manusia di dunia; berikut keterkaitan ketiganya dengan kehidupan sebelum dan setelah dunia ini.
Akidah-akidah ini untuk kemudian akanmenghasilkan pemikiran-pemikiran turunannya yang berisi seperangkat aturan kehidupan dalam memandu proses berlangsungnya kehidupan manusia. Dari segala aspek kehidupan manusia, mulai dari politik, ekonomi, sosial, budaya, pendidikan, dan sebagainya akan terbentuk dari pemikiran mendasar tersebut. Akidan dan seluruh cabang pemikiran yang lahir dari akidah itulah yang kemudian bisa kita katakana sebagai ideologi. sebuah idelogi dikatakan benar jika ideologi tersebut sesuai dengan fitrah manusia dan memuaskan akal. Maka, Islam lah satu-satunya ideologi yang benar, karena ideologi Islam dibentuk dari aqidah yang benar pula yaitu aqidah Islam. Sebuah aqidah yang berasal dari Allah swt., Sang Pencipta manusia dan kehidupan semesta ini.
            Berikut akan diuraikan beberapa jawaban dari ‘uqdatul kubra tadi sesuai dengan ketiga ideologi di atas : 
1.      Sosialisme yang dihasilkan dari akidah materialisme
Materialisme adalah akidah yang memandang bahwa alam semesta, manusia, dan kehidupan merupakan materi belaka; materi ini mengalami evolusi dengan sendirinya secara substansial sehingga tidak ada Pencipta (khalik) dan yang dicipta (makhluk).
Pertanyaan pertama, dari mana manusia dan kehidupan ini berasal?. Menurut ideologi ini bahwa manusia dan kehidupan ini berasal dari materi, semuanya ada dengan sendirinya. Kemudian, untuk apa manusia dan kehidupan ini ada?. jawaban dari pertanyaan ini adalah bahwa manusia hidup di dunia ini untuk bebas dan hanya mencari kebahagiaan materi belaka, selama manusia tersebut mampu. Selanjutnya, akan kemana manusia dan kehidupan setelah ini?. manusia dan kehidupan ini karena berasal dari materi maka akan kembali lagi menjadi materi.
Dari jawaban-jawaban ini maka sudah begitu jelas bahwa ideoligi Sosialisme yang didasarkan pada akidah materialism telah menyalahi fitrah manusia. Maka ideologi ini sangat bathil keberadaannya. Hal ini bisa kita buktikan secara akal sehat. Bahwa dengan mengingkari keberadaan Tuhan, ideologi ini jelas telah menyalahi fitrah manusia dan tidak sesuai dengan akal. Oleh karenanya sudah bisa dipastikan bahwa Sosialisme yang dihasilkan dari akidah materialism sangat bertentangan dengan fitrah manusia dan tidak sesuai dengan akal sehat.

2.     Kapitalisme – Sekularisme
Ideologi Kapitalisme – Sekularisme telah menjawab tiga pertanyaan besar tadi sebagai simpul besar yang akan menjadi landasan dalam setiap aktivitas kehidupan. Dalam menjawab pertanyaan dari mana asal manusia dan kehidupan ini, maka Kapitalisme mamandang bahwa manusia dan kehidupan ini merupakan sebuah ciptaan Tuha. atau di balik manusia dan kehidupan ini ada Sang Pencipta Yang mengadakan seluruh alam, termasuk dirinya. Kemudian pertanyaan untuk apa manusia dan kehidupan ini ada, Kapitalisme menjawab bahwa manusia hidup di dunia ini untuk bebas dan mencari kesenangan belaka yang bersifat materi. Bagi penganut kapitalisme, keberadaan Tuhan tidak ayalnya seperti pembuat jam (God is Like Watch Maker). Tuhan hanya bertugas menciptakan saja tanpa adanya campur tangan dalam setiap urusan manusia. Maka dengan pemikiran semacam ini, akhirnya manusia menggunakan akalnya untuk membaut aturan hidup untuk mengatur dirinya sendiri. Selanjutnya, akan kemana manusia dan kehidupan setelah ini. Bahwa menurut Kapitalsme, manusia dan alam dunia ini akan kembali lagi kepada Tuhan.
Dari pandangan kapitalisme ini, bisa kita saksikan bagaimana pandangan ini sangat bertolak belakang dengan fitrah manusia dan bertolak belakang dengan akal. Ada beberapa alasan yang bisa dikemukakan, diantaranya adlah pengingkaran atas otoritas Tuhan sebagai pencipta manusia telah mendorong manusia untuk membuat aturan sendiri bagi kehidupannya. Padahal seperti kita ketahui, bahwa manusia ini merupakan makhluk ciptaan yang pasti mempunyai kelemahan dan kekurangan. Dan manusia tidak memahami hakikat keberadaan dirinya sendiri. Justru yang paling tahu hakikan manusia adalah penciptanya itu sendiri yaitu Allah swt. Allah lah yang Maha tahu apa yang terbaik dan mana yang terburuk untuk hamba-Nya. Sedangkan manusia pasti tidak akan mengetahui kebaikan dan keburukan bagi dirinya sendiri. Selanjutnya, Tuhan – dalam hal ini Allah swt. – telah menurunkan wahyu-Nya, yakni Al-qur’an melalui utusan-Nya (Rasulullah) untuk mengatur kahidupan manusia. Secara aqliah, keberadaan Al-qur’an sebagai wahyu Allah adalah benar adanya. Oleh karenanya, menghilangkan otoritas Tuhan dalam hal pengaturan kehidupan manusia adalah sebuah hal yang bertolak belakang dengan akal sehat. Oleh karenanya, Kapitalisme –Sekularisme juga merupakan cara pandang yang bertolak belakang dengan fitrah manusia dan akal sehat manusia. Maka akidah ini bathil adanya.

3. Islam
Pemecahan yang benar dari uqdatul kubra itu hanyalah dengan menggunakan cara pandang Islam. Dimana ideologi Islam ini merupakan satu-satunya ideologi yang shahih karena dibentuk atas dasar akidah yang shahih pula, yaitu akidah Isla yang datang dari Sang Maha Pencipta manusia dan kehidupan ini. oleh karenanya, dengan berbagai kemampuan akalnya, manusia akan senantiasa mencari jawaban atas 3 pertanyaan besar tadi agar sesuai dengan akalnya, atau dengan cara memikirkan hal-hal yang berada pada jangkauan akalnya. Dalam hal ini, segalanya yang dapat dijangkau oleh akal manusia tidak akan lepas dari tiga hal, yaitu alam semeseta, manusia, dan kehidupan. Oleh karenanya, pemecahan yang shahih atas uqdatul kubra ini akan terbentuk hanya dengan pemikiran yang jernih dan menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan serta kaitan ketiganya dengan sebelum dan sesudahnya.
Islam memandang bahwa di balik ketiga unsur tadi (alam semesta, manusia, dan kehidupan) ada al-khalik sebagai penciptanya. Kemudian, keberadaan al-khalik ini adalah wajibul wujud (wajib adanya), tidak berawal dan juga tidak berakhir. Dalam rangka membuktikan sifat Sang Pencipta ini menurut kemampuan akal manusia maka terdapat tiga kemungkinan dalam hal menentukannya.  Pertama, Dia diciptakan oleh sesuatu yang lain. Kedua, Dia menciptakan diri-Nya sendiri. Ketiga, Dia memang mutlak adanya (wajibul wujud) tidak berawal dan tidak berakhir (azali). Untuk kemungkinan pertama, merupakan kemungkinan yang sulit diterima akal. Sebab, apabila Dia diciptakan maka Dia akan memiliki sifat terbatas, lemah dan bergantung pada yang lain, Dia menempati posisi makhluk. Kemungkinan kedua pun adalah kemungkinan yang salah sebab mustahil Dia menjadi makhluk sekaligus sebagai Pencipta. Oleh karena itu, Sang Pencipta itu haruslah bersifat mutlak keberadaannya (wajibul wujud), tidak berawal dan tidak berakhir (azali).
Untuk menjawab pertanyaan pertama, dari mana manusi, hidup, dan alam semesta ini berasal?. Islam memandang bahwa keberadaan ketiganya merupakan hasil dari ciptaan Allah swt. Tidak ada dengan sendirinya. Akan tetapi merupakan buah dari proses penciptaan oleh Sang Pencipta, Allah swt. Intinya, bahwa apa yang ada sebelum ketiganya ini adalah Allah swt.
Untuk menjawab pertanyaan kedua yaitu untuk apa manusia dan kehidupan ini ada?. Islam menjawab bahwa manusia ada di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah swt. Yaitu untuk mentaati segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Inilah sebuah visi hidup manusia yang sesungguhnya.
Terakhir, untuk menjawab pertanyaan yang ketiga yaitu akan kemana manusia dan kehidupan setelah ini? Islam menjawab bahwa setelah manusia mati, aka nada hari kiamat (yaumul qiyamah). Islam menegaskan bahwa hidup bukanlah hanya di dunia saja. Akan tetapi kehidupan yang sebenarnya adalah ketika di akhirat nanti. Dimana di akhirat nanti, kita akan ditempatkan oleh Allah swt. Di surge atau di neraka. Semuanya bergantung pada aktivitas amal perbuatan kita selama hidup di dunia. Inilah jawaban Islam atas uqdatul kubra.


KESIMPULAN
Semuanya berawal dari pemikiran bahwa segala sesuatu yang dapat dijangkau oleh akal manusia adalah perkara-perkara yang lemah dan terbatas. Sehingga keberadannya sangat membutuhkan adanya pencipta dan pengatur.
Selanjutnya, hal pertama yang harus dilakukan manusia adalah membuktikan keberadaan Tuhannya. Untuk membuktikannya, setiap manusia berakal akan mampu membuktikan tentang eksistensi Tuhan dengan memperhatikan ciptaan-Nya. Hal ini akan mendatangkan sebuah pemikiran bahwa tidak mungkin sesuatu itu ada tanpa ada yang menciptakannya. Maka di sinilah kita akan meyakini bahwa keberadaan Tuhan itu benar adanya.  segalanya yang dapat dijangkau oleh akal manusia tidak akan lepas dari tiga hal, yaitu alam semeseta, manusia, dan kehidupan. Oleh karenanya, pemecahan yang shahih atas uqdatul kubra ini akan terbentuk hanya dengan pemikiran yang jernih dan menyeluruh tentang alam semesta, manusia, dan kehidupan serta kaitan ketiganya dengan sebelum dan sesudahnya. Islam memandang bahwa di balik ketiga unsur tadi (alam semesta, manusia, dan kehidupan) ada al-khalik sebagai penciptanya. Sebuah jawaban yang sesuai dengan fitrah manusia dan sesuai dengan akal. Karena ideologi Islam dibangun berdasarkan akidah yang shahi, yaitu akidah Islam. Yang datang dari Allah swt. Sang Pencipta manusia.




TRADISI PANJANG MULUD MASYARAKAT BANTEN

TRADISI  PANJANG MULUD MASYARAKAT BANTEN


Sudah menjadi rutinitas bagi masyarakat Banten, khususnya di Serang, dalam rangka memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW diselenggarakan Tradisi Panjang Mulud, atau diistilahkan juga dengan Ngeropok (ada juga dengan menyebut Ngegropok) Panjang Mulud. Tradisi ini berkembang dan tumbuh di tengah-tengah masyarakat, diselenggarakan oleh masyarakat Serang, baik di kampung-kampung, di perumahan secara sederhana, maupun menjadi even besar yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah setempat.
Arti dari Ngeropok atau Ngegropok sendiri secara harfiah dapat diterjemahkan sebagai "Ngeriung" (kumpul-kumpul), atau juga ada yang menerjemahkan sebagai ajang rebutan dari "Panjang Mulud" itu sendiri. Sedangkan "Panjang Mulud" diartikan sebagai bentuk semacam sesajian, dalam masyarakat Jawa dikenal juga dengan "Gunung-Gunungan". Panjang ini berisi berbagai macam makanan, sandang, atau berbagai benda lainnya. Panjang di bentuk seperti perahu, mobil, atau rumah, tetapi secara umum biasanya berbentuk perahu atau kapal, kemudian dihias, baik dari kertas warna, daun kelapa muda, atau kain-kain perca. Ciri khas dari isi Panjang adalah selalu ada telur rebus, kemudian dimasukkan ke dalam kantong terbuat dari kertas sebesar telur itu sendiri, kemudian digantung-gantungkan dalam rangkaian Panjang.
Panjang Mulud identik dengan menghias, mengemas, memberikan hadiah dan mengaraknya. Hadiah yang diperebutkan pun dibuat dengan berbagai macam bentuk yang disebut dengan istilah 'Panjang'. Ada yang berbentuk miniatur masjid -biasanya mengambil model Masjid Agung Banten Lama lengkap dengan menaranya- kapal laut, pesawat terbang, burung dan lain sebagainya.  Isi Panjang itu juga bisa bermacam-macam. Bisa berupa makanan, seperti telur ayam, atau bebek, daging ayam, ikan, dan lauk-pauk lainnya, tetapi bisa juga berupa pakaian, sajadah, sarung, kopiah, arloji, jam dinding, dan sebagainya. Di sela-sela makanan atau pakaian itu kadang-kadang terselip lembaran uang. Tidak diketahui secara pasti kapan tradisi ini muncul di Banten. Beberapa pendapat menyebutkan bahwa panjang mulud lahir pada masa Sultan Ageng Tirtayasa (1651-1672). Ada juga yang berpendapat panjang mulud bermula pada pada masa sultan Banten kedua, Maulana Yusuf (1570-1580), namun tradisi Panjang Mulud yang mulai melibatkan masyarakat secara massal baru dimulai pada masa Sultan Ageng Tirtayasa. Istilah atau penyebutan "Panjang" ini pun berbagai makna, ada yang menerjemahkan bentuk dari sesajian itu sendiri karena banyaknya Panjang yang ditampilkan atau bentuk kapal yang panjang, ada juga yang mengartikan karena panjangnya prosesi yang harus dilalui dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW ini.
Panjang ialah suatu benda yang didalamnya berisi suatu sedekah berupa lauk pauk atau sandang dan pangan atau bahkan sembako yang di bentuk menyerupai suatu bentuk misalnya masjid, kapal, pesawat terbang, rumah, binatang besar dan lain-lain. Tidak semua daerah dikota provinsi banten ini melakukan hal tersebut. Akan tetapi di kota serang dan cilegon hal ini sungguh tidak asing lagi. Ini juga yang membuat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi menarik.  Tradisi ini memberikan nilai positif dan negative. Nilai positifnya adalah Kegiatan ini bukan semata-mata untuk kesenangan atau syarat tertentu saja, akan tetapi ini adalah sebagai bentuk syukur kami kepada Nabi umat muslim tersebut dengan cara bersedekah. Dan sisi negatifnya adalah ketika membuat jalan menjadi macet, terganggunya kndaraan-kendaraan, jadi sebaiknya agar tidak memberikan kesan yang tidak baik sebaiknya dari pnggunaan jalanlah yang seharusya diperbaiki demi kenyamanan semuanya dan tidak mengganggu orang lain. Karena “panjang” yang kita buat pada akhirnya akan dibagikan keseluruh warga yang membutuhkan akan isi dari “panjang” itu sendiri. Pembuatan “panjang” dalam peringatan ini bersifat tidak wajib, artinya siapapun dapat membuat “panjang”. Hal seperti ini jugalah yang membedakan kota Cilegon/Serang dengan kota-kota lainnya khususnya di Banten.


Konsep Dasar, Tujuan, dan Fungsi Filsafat Ilmu dalam Pendidikan Dasar

Filsafat ilmu dalam konteks pendidikan dasar hadir sebagai upaya untuk menanamkan benih-benih berpikir kritis dan rasional sejak usia din...